Monday, October 20, 2014

Ragu.

Pada ambang batas,
aku menitipkan secuil harapan;
tentang masa depan juga impian-impian.

Pada ambang batas,
aku menemukan keraguan;
tentang pilihan yang telah ku tentukan


Malang, 20 Oktober 2014


***
Saya lagi ragu. Bimbang. Galau. Atau apalah sebutannya itu.
Saya takut membuat keputusan. Takut maju dan terperangkap. Takut mundur dan tersesat.
Jadi, saya cuma bisa diam di ambang batas. Ragu untuk melangkah.
Saya ingin cerita, tapi saya takut salah orang.
Saya ragu sekaligus takut.
Saya takut sekaligus kecewa.
Dan yang bisa saya lakukan cuma diam. Kalau enggak gitu, curhat lewat tulisan. Yang paling hacep sih, curhat sama Tuhan. Doa dan tangisan. Cuma itu. Hanya itu.
Saya lagi bimbang, dan butuh Tuhan untuk menentukan keputusan.

No comments:

Post a Comment