Sunday, June 29, 2014

HIKING!

Jangan ketipu sama judulnya!

Saya nggak beneran hiking ke gunung kok, meskipun pengen banget. Huhu ajakin saya dong! :( 

/Loh kok jadi curhat? Maaf, back to topic ya./

Ehm, ini sih sebenernya late post gitu. Tapi gak papa deh ya. Duh, jadi banyak comel.  Oke-oke, sekarang bakal beneran cerita.

Jadi, ceritanya sehari sebelum puasa a.k.a hari Sabtu kemarin saya diajakin buat jalan-jalan ke air terjun Manggisan di Desa Senduro, kab.Lumajang, Jawa Timur, Indonesia, yang jauhnya minta ampun!

Saya ke sana bareng sama 10 anak SMADA. Kece, kan? Mainnya sama anak SMADA, sepuluh lagi. Haha. Padahal yang awalnya saya kenal cuma 5, Ulin, Putri, Adel, Vico, sama Sasa. Yang Ulin, Putri, sama Adel emang sahabat saya dari SMP. Kalau si Vico ini, baru kenal waktu liburan semester kemarin. Terus si Sasa ini kenal dari BBM gitu deh pas SMP. Lima orang yang lain saya kenalnya ya, pas hari itu juga. Ada Mol (saya nggak tau nama aslinya siapa, tapi nama panggilannya itu) yang satu-satunya puasa hari itu dan dia digodain habis-habisan karena puasa, terus ada Roro yang dipanggil Mami sama anak-anak, Fira (kita sama-sama tau dari SMP tapi nggak kenal), Galang (sweetie-nya Fira), sama Nando yang bawa kamera.

Air terjun Manggisan ini letaknya di tengah-tengah hutan gitu deh. Jalannya kecil, nanjak, licin pula, gara-gara habis hujan. Jadinya kita markir motor di kampung warga terus jalan kaki ke sana. Lucunya, di antara kita nggak pernah ada yang ke sana. Jadi ya, kita mengandalkan feeling-sok tau sama nanyain orang.

Waktu awal-awal kita masih pada semangat gitu deh 'hiking'-nya. Lama kelamaan jalannya makin nanjak, kitanya makin capek, dan nggak nyampek-nyampek. Sialnya lagi nggak ada satupun di antara kita yang bawa air minum. Kita bener-bener putus asa saat itu. Dan pada akhirnya kita cuma bisa duduk ngilangin rasa capek.

Gara-gara kita menggunakan ke-sok-tahuan, akhirnya kita sukses nyasar! Iya, nyasar di hutan bersebelas. Untungnya masih ada 1-2 penduduk yang lewat. Kita akhirnya nanya ke mereka. Entah bagaimana, apa yang dibilang sama mereka sama apa yang ditangkap sama kita itu beda. Kita nggak sepaham gitu deh sama mereka. Setelah nanya bukannya kita sampai di air terjun, kita malah muter-muter nggak jelas di hutan itu, dan berujung pada nyasar lagi #kitarapopo.

Kita nyasar sekitar 2 kilo-an dari letak air terjunnya. Jadi kita jauh naik ke atas dari air terjunnya. Kita udah putus asa gitu. Rasanya pengen terjun bebas aja. Udah capek naik ke atas bukit, eh, malah nyasar. Sakitnya tuh disini! *nunjuk kaki*. Beruntunglah waktu mau turun kita ketemu sama ibu-ibu penduduk, terus kita tanya sama ibu itu, dan lucunya waktu kita tanya, "Bu, air terjun teng pundi?" (Bu, air terjun dimana?), si Ibu ini dengan polosnya menjawab, "Teng griya" (di rumah). Seketika semua pada ketawa. Ya masa ada air terjun di rumah? Haha. Tapi, pada akhirnya Ibu ini menunjukkan arah jalan pulang ke air terjun yang benar.

Setelah melalui perjuangan yang amat melelahkan, sampailah kita di air terjun Manggisan! Yeaaay! Give applause for us! You should know, that the waterfall was so amazing. Really love it yoo! Yah, minus air sungainya yang kotor karena habis hujan. But overall, I was in love with the scenery. Kita langsung foto-foto lah ya sampe sana. Time to selfie! Haha.

Main-main kita hari ini ditutup dengan makan bareng. Kita pada pengen makan mi ayam gitu kan, udah deh nyari muter-muter, tapi kok bukan rezeki, pada tutup semua. Sekalinya ada, mas-mas penjualnya bilang udah abis. Dan akhirnya kita milih buat makan di salah satu resto gitu. Dasar pada laper semua, waktu makanannya dateng pada ganas makannya. Hahaha.

That was the best day ever! Thanks a lot, guys! Adore you so much!

PS: Photos will post soon! I still ask.

No comments:

Post a Comment