Kepada : Senja; Yang tidak akan pernah membaca ini.
Hai,
Senja, apa kabar? Semoga sinarmu masih menghangatkan.
Senja, apa
kamu mengenalku? Ah, tentu saja tidak. Memang, siapa aku sampai kamu harus
mengenalku? Haha ada-ada saja aku ini. Senja, tidak perlu kamu tahu siapa aku.
Tidak penting bagimu. Karena aku bukanlah Jingga yang indah atau Laut yang
damai. Aku hanya pengagum setiamu. Yang hanya berani melihatmu dari bibir pantai, mengangumi sinar
hangatmu, berdecak iri pada Jingga yang selalu bersamamu, dan menatap sinis
Laut yang jadi sahabat setiamu.
Senja,
asal kamu tahu, aku pengagum beratmu dari dulu. Dari aku tahu apa itu matahari,
warna, sore, laut, dan pantai. Sejak dulu pula, aku menitipkan segenggam rasa
dari hatiku untukmu pada pasir pantai; berharap ia membawanya padamu. Namun,
sampai sekarang tidak pernah ada tanda rasa itu sampai, pada sinarmu saja
tidak. Seperti membuktikan bahwa kamu terlalu jauh dari jangkauanku. Terlalu
sulit kurengkuh oleh jemariku. Ah, tapi tak apa, aku tak terlalu sedih.
Setidaknya aku masih bisa merasakan damainya melihatmu dari kejauhan. Melihat
senyum yang terukir ketika kau akan tenggelam dan merasakan sinarmu yang
meneduhkan.
Senja,
aku tak pernah berani berharap terlalu tinggi tentangmu. Aku takut, aku tak
akan pernah memilikimu dalam nyataku. Aku takut kamu hanya sepenggal
mimpi-mimpi kosong dalam tidurku. Tapi, Senja, aku tidak akan pernah berhenti
mencintai sinarmu, aku tidak akan bosan menatapmu dari kejauhan, tidak akan
pernah lupa merapalkan sebersit doa untukmu pada Tuhan, dan selalu menyimpan
rapi rasa cintaku padamu di relung hati terdalam.
Senja,
semoga kamu selalu bersinar. Juga semoga kamu cepat tersadar, bahwa ada aku di
sini yang selalu menantimu di kejauhan.
Malang, 25 Agustus 2013
Dengan Rasa Terdalam,
Aku; Pengagummu sejak
lalu.
2 comments:
ada yang perlu diganti sayang :) menghatkan jadi menghangatkan :))
salam rinduku padamuu {{:*}}
sudah dibenerin. Makasih koreksinya ya cintaaa :*
Salam rinduku juga :*
Post a Comment