Friday, September 11, 2015

9/11

Hello!
So, today is 9/11. Remember that day? When WTC got bombed by the terrorist? As a moslem I apologize to the Americans about that. But, things that everybody should know is terrorist might be a moslem but MOSLEM IS NOT A TERRORIST. Please, I beg to all people in this world STOP JUDGE A MOSLEM AS TERRORIST. Well, I don't want to talk about the WTC tragedy actually.

Anyway, today I'm officially 1 month in USA! *Claps* Time flies so fast. It's just like yesterday I sat in the plane that brought me here, but today is my 31st days here.

Well, saya mau cerita tentang gimana saya bisa sampai di Negeri Paman Sam ini.
Buat kalian yang kenal sama saya, atau pernah main ke blog saya dulu, mungkin sudah tau gimana ceritanya saya bisa dapet beasiswa ke Amerika. Tapi buat kalian yang belum tau, here you go!

Dulu, Ibu saya pernah cerita tentang beasiswa ke luar negeri yang namanya AFS. Ibu saya tau program itu karena salah satu muridnya di SMAN 1 Lumajang pernah lolos AFS (fyi, Ibu saya guru bahasa inggris di sana). Karena cerita itu saya jadi pengen ikut kalau udah SMA nanti. Tapi waktu itu saya cuma sebatas pengen. Tapi, dari dulu saya selalu pengen ke luar negeri. Karena di bayangan saya luar negeri itu KEREN BANGET. Semua serba canggih, semua serba ada. Saya juga selalu iri kalau lagi baca cerita orang yang dapet kesempatan hidup di negeri orang lain, apalagi karena beasiswa.

Waktu masih kelas X, ada salah satu kakak kelas saya yang baru pulang dari Amerika lewat program YES, namanya mbak Layyin. Dan waktu tau hal itu dari temen-temen, hal pertama yang saya pikirkan adalah: Gila, mbak itu keren banget! Jadi pengen. Nggak lama, ada poster AFS di lorong sekolah deket kelas saya. Saya yang emang suka bacain poster -apapun- di sekolah langsung pengen ikutan. Tapi waktu itu saya masih ragu. Lha aku bisa apa mau ikut kaya gini? pikir saya waktu itu. Ya saya yang kata temen-temen suka overpede dan malu-maluin gini, tetep aja punya sisi nggak pede sama diri sendiri.

Saya inget banget waktu itu malem-malem di asrama temen saya, Rista, muter kamar nanyain anak-anak ada yang mau ikut tes AFS apa enggak. Waktu di kamar saya dia nanya, "Min, kamu ikut ngga?" saya jawab "Ngga tau, Ris. Bingung. Pengen sih, tapi aku ragu. Nanti ajadeh, masih tak pikirin" terus dia ngerayu saya gitu, saya inget dia bilang gini, "Gapapa coba aja. Masio nggak lolos yang penting kita kan udah nyoba". Karena saya anaknya emang gampang luluh, jadi saya akhirnya ikutan. Waktu ngasih nama ke Rista saya belum tanya sama orang tua, boleh apa enggaknya, tapi waktu ngasih tau kalau saya mau ikut tes AFS, alhamdulillah mereka support saya.

Sebelum tes kita harus ngisi berkas gitu kan dan ngumpulin ke kakak panitia di chapter. Waktu jaman saya dulu semua "diorganisir" sama temen saya, Laras. Saya inget banget waktu mau ngumpulin berkas, saya sama Ainus ngumpulin paling akhir gara-gara nunggu nilai rapot SD. Saya sama Ainus juga bolak-balik dari gazebo ke koperasi buat ngeprint berkas.

Waktu tes tahap pertama, jujur saya ngga ngerti apa-apa. Tes pengetahuan umum saya banyak ngasalnya daripada jawab bener-bener. Yang saya tau bener ada soal yang isinya lirik lagu Imagine dan ditanyain penyanyi siapa. Saya bersyukur sering dicekokin lagu-lagu lama sama Bapak saya, jadi saya tau itu jawabannya John Lennon hahaha. Ini semua karena saya cuma bener-bener belajar semalem sebelum tes. Karena segala kesibukan sekolah dan susahnya dapet wifi jadi ya.. gitu deh. Saya cuma ngandelin doa, hasil belajar kilat, dan ingatan pelajaran IPS waktu SD&SMP. Pas tes bahasa inggris saya cuma pasrah aja gitu, walaupun soalnya kayak UN SMP, tapi banyak vocab yang saya nggak ngerti, mana waktu itu ngantuk banget, akhirnya tidur. Essaynya juga saya ngasal aja jawabnya. Di saat temen saya bikin kerangka essay yang super terstruktur sekali di kertas buram, saya malah corat-coret karena ngga ngerti mau jawab apa. Pesan moral buat adik-adik yang nantinya mau ikutan tes, siapin jauh-jauh hari ya, adik-adik sayang. Jangan SKS kayak saya.

Saya sempet hopeless nggak bakal lolos, karena selain saya wallahu 'alam ngerjain soal tesnya, saingan saya juga berat-berat. Tapi alhamdulillah, Allah kasih saya kesempatan untuk berjuang lagi di tes tahap kedua. Dari 50-an anak MAN 3 yang ikut tes tahap pertama, 7 orang lolos ke tahap kedua, dan saya salah satunya. Di tes ini saya pure mengandalkan kemampuan saya disertai pertolongan Allah. Karena tes tahap kedua ini tes wawancara.

Setelah 3 mingguan nunggu pengumuman, alhamdulillah nama saya lolos untuk maju ke tahap ketiga. Saya cuma bisa bersyukur sama Allah. Saya nggak pernah nyangka bisa sejauh itu. Di tahap ketiga saya juga cuma mengandalkan kemampuan diri dan pertolongan Allah, karena tes tahap tiga ini dinamika kelompok.

Pengumuman tes tahap 3 ini lumayan lama, sekitar sebulanan. Alhamdulillah saya lolos sebagai finalis chapter Malang buat maju ke seleksi berkas nasional. Dan setelahnya seleksi berkas internasional. Dari situ, saya terpilih jadi finalis nasional YES, yang dimana artinya saya harus ngisi berkas lagi dan tes sekali lagi di Jakarta. Selama seleksi berkas, banyak rintangan yang saya lalui. Dari mulai tes kesehatan, suntik ini itu, mohon-mohon ke ustadzah biar dibolehin pakai laptop di kamar dan bawa laptop ke sekolah, sampe minta izin buat dibolehin bawa tab ke mahad. Saya juga pernah pulang dan bolos sekolah buat ngisi berkas (eh yang bolos jangan ditiru ya!).

Ada satu hal yang saya inget dari Bapak saya. Waktu itu di masjid Bapak pernah bilang, "Bapak yakin, Yas, kamu lolos YES. InshaaAllah. Yang penting berjuang dan berdoa sama Allah." Saya percaya dengan ridhonya orang tua itu ridhonya Allah. Setelah Bapak bilang itu, saya bertekad untuk berjuang sekuat tenaga buat dapetin beasiswa ini.

Sekitar bulan November, saya dan 8 finalis dari chapter Malang berangkat ke Jakarta. Dan hari itu saya pertama kali naik pesawat dan GRATIS (thanks YES!). Saya tes selama 3 hari di Jakarta. Ketemu sama temen-temen di chapter lain. Seleknas (Seleksi Nasional) ini seru abis, nggak kerasa kalau lagi tes. Karena kita bawa seneng, jadi nggak tegang gitu waktu tes. Tapi tetep serius ngejalanin semua tesnya.

Alhamdulillah, bulan Desember saya dapat pengumuman kalau saya dinyatakan lolos sebagai finalis program YES. Tapi perjuangan saya nggak berhenti sampai disitu. Saya masih harus cek kesehatan (total 3x), imunisasi dan vaksin berkali-berkali, belajar kebudayaan indonesia, dan nungguing placement (yang baru saya dapat H-3 sebelum ORNAS atau H-10 sebelum keberangkatan).

Hasil tak akan menghianati usaha. Hal itu benar. Setelah hampir 2 tahun saya berjuang untuk bisa mendapatkan beasiswa ini, setelah segala doa dalam sujud terakhir ketika sholat, Allah mengabulkan salah satu mimpi saya untuk bisa ke luar negeri -dengan beasiswa. Saya cuma bisa mengucap alhamdulillah sebanyak yang saya bisa. Karena saya sadar, tanpa Dia, saya bukan apa-apa. Tanpa Dia, saya nggak mungkin sampai sini.

Ada satu quote yang saya suka banget dari novel Sang Pemimpi-nya Andrea Hirata. Dan saya bener-bener percaya akan hal itu. Quote tersebut adalah: BERMIMPILAH KARENA TUHAN MEMELUK MIMPI-MIMPI ITU.

Tujuan saya cerita bukan karena saya mau menyombongkan diri tapi karena saya berharap kalian yang membaca ini berani untuk bermimpi. Setinggi apapun, sekonyol apapun, kalau kalian berjuang sekuat tenaga, inshaaAllah mimpi kalian akan jadi nyata. Selamat membangun mimpi-mimpi, semangat berjuang mewujudkannya!

Sunday, September 6, 2015

Long Weekend!

Hi from Washington, D.C.!
How's life everybadeeeeh? Mine is so good. You know why? Because it's long weekend!

And for celebrate this long weekend I've some fun things to do. Here you go:

Saturday, Sept 5th, 2015
I had chill time with myself. I woke up super late in the morning, and watched movies until afternoon!
At about 6pm, we went to the downtown to watch Shakespeare's theater entitle: A Midsummer Night's Dream. That was my first time watching a professional's play and it was so amazing! I'm not a fan of Shakespeare, but i really love the show and the story itself. And FYI, it was FREE! Because it's free so we needed to stand in a line to get the ticket. But no problem because it was so worth it. Ah ya, I also made an origami flower which was a simple shape from a flower in that story.
Before the show began, we had dinner in a fast-food restaurant (I forgot its name). I had a cheese burger, but not an american burger portion, I mean it's really small portion. Smaller than KFC burger that I had in Indonesia. And fries and coke. And while I ate the food, I was enjoying every corner of the downtown.
In the end of the day, we had a gelato ice cream! It was because I looked a cafe (honestly I wasn't really looking at it) and then my mom said, "Do you want an ice cream?" and I was like "Eh? Ah. Em… yeah" and my dad was laughing on me. Hash. I had chocolate hazelnut gelato and it was so delicious! I really like that!




Sunday, Sept 6th. 2015
Today I have my first baseball game! It's Atlanta Beavers vs Washington Nationals. This is not my really-first baseball game actually because I ever seen baseball game when I was in MAN 3 Malang. But it's my first professional's game. And it's so great! I really enjoy it. My mom and dad tell me a fun trivia about baseball game. So in America every kid grow with Cracker Jacks. Cracker jacks is a brand of sweet popcorn. It's so popular here because when everyone watch a baseball game they SHOULD HAVE cracker jacks, peanuts, and hotdogs! So, I have all of them during the game! Hahaha. And anyway our team won, yeay! And my favorite player is Mr.Harper (his number is 34)!

Inside the stadium

And tomorrow me and Neils will go to watch Soccer game in Maryland University, yay! I can't wait for it.

PS, I'll re-write this post after I watch the soccer game.

See you in my next post, love!

Friday, August 28, 2015

New Life Has Begun!

Hello from Washington, D.C.!
How is life anyone? I hope everything is alright.

Sudah lama sejak post terakhir saya. Sudah banyak yang tanya "kapan nge-blog lagi?" jawabannya "sekarang!"

Well, for those who doesn't know, now I'm living in Washington, D.C.!
Sudah terhitung 17 hari saya berada di Negeri Paman Sam. Saya kesini bukan dalam rangka kuliah, atau plesiran. Saya disini karena saya sekarang adalah Indonesian Youth Ambassador through Kennedy Lugar-Youth Exchange and Study. Alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa merasakan hidup selama satu tahun di negeri orang. Saya nggak sendiri, ada 131 teman saya yang lain, yang sekarang sudah berada di beberapa sudut di dunia. Kita semua adalah bagian dari AFS/YES INAYPScNH 15-16: #LangkahAnakBangsa
After farewell party in Teater Pewayangan Kautaman #LangkahAnakBangsa

Banyak yang tanya, "Nanti ngapain di Amerika?" jawabannya:
Akan ada banyak hal yang saya lakukan disini. Saya akan hidup dan tinggal bersama keluarga angkat di sini, saya akan bersekolah di salah satu SMA di sini, saya akan melakukan banyak kegiatan bersama chapter saya, melakukan volunteering, mengenalkan budaya Indonesia, dan masih banyak hal yang lain. Yang pasti semua itu InshaaAllah baik bagi saya.
"Tinggal sama keluarga angkat?"
Yap, bener. Saya akan tinggal dengan keluarga angkat selama di sini. Nama keluarga saya adalah Caldwell. Mereka adalah keluarga "tinggi" dan saya kecil sendiri. Kecil umur maupun fisiknya. Kalau di indonesia saya jadi anak sulung, di sini saya jadi anak bungsu. Saya punya 3 kakak yang sudah keluar dari rumah. Jadi saya -awalnya- akan tinggal bertiga dengan Mom dan Komet (kucing keluarga saya). Dad hanya di rumah saat weekend. Tapi alhamdulillah, selama beberapa minggu kedepan saya akan punya double-placement brother dari Greenland! Jadi saya punya saudara seumuran, hehe.
"17 hari udah ngapain aja?"
Udah jalan-jalan dan sekolah! Hehe. Sebenarnya masih baru ke beberapa tempat di sini. Seperti National Building Museum, Washington National Cathedral, Einstein Monument, dan American Art&Potrait Museum. FYI, hampir semua museum disini FREE! Dan museumnya nggak membosankan. Jadi saya seneng banget dan bersyukur banget dapet placement di D.C. Nanti-nanti mau explore museum lagi.
Hari ini tepat seminggu saya sekolah. Saya sekolah di salah satu Public School terbesar di D.C., yakni Woodrow Wilson Senior High School. Sekolah saya ini gede banget lah pokoknya. Bangunannya aja ada 4 bagian; Main building, A wing, B wing, and C wing. Sekolah saya juga 4 lantai, punya auditorium yang kece abis, dua gymnasium, football/soccer/hockey field, dan kolam renang. Ya bayangin sendiri deh seberapa besarnya. Maskot sekolah saya itu macan. Jadi sekolah saya julukannya Wilson Tiger. Seminggu sekolah bikin capek juga, karena sistemnya moving class dan kelas saya tersebar di semua bagian dan lantai. Dan sialnya loker saya nggak mau kebuka, jadi saya bawa semua barang setiap hari :"). Tapi yang saya suka dari sekolah Amerika adalah saya bisa pilih pelajaran yang saya suka. Saya bisa ambil pelajaran yang nggak mungkin pernah ada di sekolah saya di Indonesia, seperti Model United Nation class dan Piano Lab class!
Einstein Monument

Inside the Washington National Cathedral (1)

Inside the Washington National Cathedral (2)

Happinese face huh?

I love this museum!

Eh iya, saya habis masuk berita!
Jadi ceritanya saya diwawancara sama VOA Indonesia karena saya ikut upacara di rumah Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika. Ya sebenernya cuma bentar banget sih, tapi saya seneng aja. Di Indonesia mana pernah saya masuk TV, hehe :p
Setelah upacara!


Ah ceritanya sampai di sini dulu ya. Nantikan post saya berikutnya! InshaaAllah akan rajin ngepost selama jadi anak exchange, hehe.

P.S., buat yang mau kepoin saya bisa langsung ke: ask.fm/ysmnaml | Jangan lupa search #LangkahAnakBangsa di Instagram!

See you, soon!