Saturday, September 14, 2013

Kenang



Malam ini aku mengenangmu;
mengenang kita yang lalu.
Kamu. Lalu. Dulu.
Mengenang. Kenang.
Mungkin, aku masih SAYANG.
                Namun tak terperikan,
                Dinginnya malam menyadarkan,
                Kamu hanya MASA LALU.
                Yang hanya bisa ku RINDU.



14 09 13, 22:40
 



:'




“Sekuat apapun aku mengejarmu,
Sekeras apapun aku berusaha untuk ada di sampingmu,
Sejauh itu pula jarakmu dari diriku.
Dan, perlahan aku sadar,
Kamu terlalu jauh dari jangkauanku.”




14 09 13, 22:34

Wednesday, September 4, 2013

#NUMPANGLEWAT

HEYA!

Buat kalian semua yang suka puisi wajib baca blog temen satu ini! KECE banget puisinya!

Tuesday, September 3, 2013

Surat Untuk Senja



Kepada : Senja; Yang tidak akan pernah membaca ini.


                Hai, Senja, apa kabar? Semoga sinarmu masih menghangatkan.
Senja, apa kamu mengenalku? Ah, tentu saja tidak. Memang, siapa aku sampai kamu harus mengenalku? Haha ada-ada saja aku ini. Senja, tidak perlu kamu tahu siapa aku. Tidak penting bagimu. Karena aku bukanlah Jingga yang indah atau Laut yang damai. Aku hanya pengagum setiamu. Yang hanya berani  melihatmu dari bibir pantai, mengangumi sinar hangatmu, berdecak iri pada Jingga yang selalu bersamamu, dan menatap sinis Laut yang jadi sahabat setiamu.
                Senja, asal kamu tahu, aku pengagum beratmu dari dulu. Dari aku tahu apa itu matahari, warna, sore, laut, dan pantai. Sejak dulu pula, aku menitipkan segenggam rasa dari hatiku untukmu pada pasir pantai; berharap ia membawanya padamu. Namun, sampai sekarang tidak pernah ada tanda rasa itu sampai, pada sinarmu saja tidak. Seperti membuktikan bahwa kamu terlalu jauh dari jangkauanku. Terlalu sulit kurengkuh oleh jemariku. Ah, tapi tak apa, aku tak terlalu sedih. Setidaknya aku masih bisa merasakan damainya melihatmu dari kejauhan. Melihat senyum yang terukir ketika kau akan tenggelam dan merasakan sinarmu yang meneduhkan.
                Senja, aku tak pernah berani berharap terlalu tinggi tentangmu. Aku takut, aku tak akan pernah memilikimu dalam nyataku. Aku takut kamu hanya sepenggal mimpi-mimpi kosong dalam tidurku. Tapi, Senja, aku tidak akan pernah berhenti mencintai sinarmu, aku tidak akan bosan menatapmu dari kejauhan, tidak akan pernah lupa merapalkan sebersit doa untukmu pada Tuhan, dan selalu menyimpan rapi rasa cintaku padamu di relung hati terdalam.
                Senja, semoga kamu selalu bersinar. Juga semoga kamu cepat tersadar, bahwa ada aku di sini yang selalu menantimu di kejauhan.





Malang, 25 Agustus 2013
Dengan Rasa Terdalam,
Aku; Pengagummu sejak lalu.